Jumat, 09 April 2010

Mengatasi Insomnia atau Susah Tidur

Setiap manusia menghabiskan seperempat sampai sepertiga dari kehidupannya untuk tidur. Berarti jika umur Anda sekarang 20 tahun, maka setidaknya 5 tahun Anda gunakan untuk tidur.

Aktifitas yang padat memang terkadang memakan waktu tidur, terlebih lagi untuk seseorang yang memiliki mobilitas tinggi dengan kepadatan aktivitas yang tinggi pula. Sehingga waktu untuk tidur jadi berkurang bahkan cenderung tidak teratur. Nah ketidakteraturan inilah yang menjadi awal mula dari masalah insomnia atau sulit tidur. Bagi sebagian orang insomnia sering dianggap sebagai penyakit yang menyusahkan bahkan bisa dibilang menyiksa karena disaat orang lain dengan mudah lelap tertidur, penderita insomnia ini justru sulit sekali memejamkan matanya apalagi untuk tidur.

Tidur sangat penting bagi manusia. Saat tidur, organ-organ tubuh beristirahat dan sel-sel tubuh yang rusak mengalami perbaikan (natural healing mechanism). Asam laktat penyebab kecapekan) juga dinetralisir saat tidur sehingga ketika bangun tubuh terasa segar kembali. Tidur yang cukup juga mampu menstabilkan emosi. Kurang tidur akan menyebabkan turunnya tingkat motivasi, konsentrasi, ketelitian, kreativitas dan produktivitas kerja.

Hampir setiap manusia pernah mengalami masalah tidur. Satu dari tiga orang dilaporkan mengalami gangguan tidur dan satu dari sembilan orang memiliki masalah tidur yang cukup serius.

Insomnia adalah suatu gangguan tidur yang dialami secara terus menerus (lebih dari sepuluh hari). Jenisnya ada tiga, yaitu: susah tidur (sleep onset insomnia), selalu terbangun di tengah malam (sleep maintenance insomnia), dan selalu bangun lebih cepat dari yang diinginkan (early awakening insomnia). Disamping itu, perempuan dikatakan lebih sering menderita insomnia bila dibandingkan laki laki. Setidaknya ada empat faktor penyebab insomnia antara lain:

Fisik yang Terganggu

Beberapa penyakit fisik dapat menyebabkan insomnia, misalnya asma, rematik, demam, maag, penyakit ginjal dan thyroid. Penyakit-penyakit ini tentunya harus diatasi terlebih dahulu. Untuk penderita asma diterapi dahulu sesak nafasnya, penderita rematik diterapi nyerinya dan seterusnya.

Psikis yang Terganggu

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter tidak ditemukan penyakit fisik tertentu, faktor psikis baru dipertimbangkan sebagai penyebab insomnia.

Bukan hanya problematika kehidupan saja yang menyebabkan orang susah tidur, bahkan memikirkan kekasihnya yang tinggal berjauhan pun bisa mengakibatkan tidurnya terganggu. Untuk itu, diperlukan kesadaran dari orang tersebut untuk menyelesaikan permasalahannya secara proporsional dengan penuh usaha, sabar dan tentu saja tawakal. Ini bisa dilakukan secara mandiri atau dengan bantuan psikolog.

Sebaiknya jangan menggunakan obat tidur tanpa anjuran dari dokter. Penggunaannya pun dibatasi hanya selama 2-3 hari dan dapat diulang maksimal sampai 3 kali.

Penggunaan Obat-Obatan dan Alkohol

Penggunaan minuman keras dan narkotika akan mengganggu fungsi organ tubuh dan persarafan yang normal.

Lingkungan yang Mengganggu

Kondisi lingkungan tertentu, semisal suara bising, lampu sangat terang, akan mengganggu konsentrasi tidur. Maka aturlah lingkungan kamar tidur Anda senyaman mungkin, tenang dan sedikit gelap.


Berikut ini ada beberapa langkah atau tips untuk mengatasi insomnia atau susah tidur, tanpa harus menggunakan obat-obatan, melainkan hanya dengan cara-cara sederhana yang dapat dilakukan sendiri :

1. Mula-mula tentukan waktu tidur dan bangun secara teratur. Tidur pada saat yang berubah-ubah akan membuat badan dalam kondisi siaga. Akibatnya tubuh selalu dalam keadaan tegang. Jika sudah di tentukan saat tidur dan bangun, seyogyanya dipatuhi.

2. Apabila seseorang sulit tidur, tidak dianjurkan tidur pada siang hari. Tidur di siang hari akan mengurangi kebutuhan tidur di malam hari. Akibatnya pada malam hari tidur akan sering terjaga.

3. Tempat tidur seyogyanya hanya digunakan untuk tidur dan tidak di gunakan untuk kegiatan lain. Misalnya menonton TV, menulis dan sebagainya.

4. Jangan menggunakan peralatan elektronik seperti ponsel menjelang tidur.

5. Latihan olahraga dapat membantu mengatasi sulit tidur. Lakukan olahraga pada sore hari atau setelah matahari terbenam.

6. Hindari makanan dan minuman tertentu seperi makanan manis, sebaiknya dihindari menjelang tidur, demikian pula minuman yang mengandung alkohol, teh serta kopi.

7. Dianjurkan mandi air hangat dan minum susu hangat menjelang tidur dan kecilkan lampu atau padamkan lampu penerangan di kamar.

8. Belajar teknik relaksasi juga tidak ada ruginya. Anda bisa mencoba yoga atau meditasi. Sebagian orang bahkan melakukan hal-hal tertentu (yang kadang tidak masuk akal) untuk mendapatkan suasana rileks ini, antara lain:

- mandi air hangat

- menghitung domba

- tidur menghadap ke utara

- menggerak-gerakkan jari kaki

- mengelus perut

- tarik napas dalam

- membayangkan sesuatu yang "indah"

- menghitung mundur

- mendengarkan radio hingga tertidur


9. Hindari makan dan minum terlalu banyak menjelang tidur. Makanan yang terlalu banyak akan menyebabkan perut menjadi tidak nyaman, sementara minum yang terlalu banyak akan menyebabkan anda sering ke belakang untuk buang air kecil. Sudah tentu kedua keadaan ini akan menganggu kenyenyakan tidur anda.

Demikianlah tips mengurangi masalah tidur anda. Selalulah ingat bahwa tidur merupakan kebutuhan pokok tubuh untuk pertumbuhan dan memperbaiki fungsi organ yang terganggu. Insomnia bukan merupakan penyakit bawaan dan dengan demikian tentu akan mudah disembuhkan.

LAPORAN ILMIAH


A. Pengertian Umum

Laporan ialah suatu wahana penyampaian berita, informasi, pengetahuan, atau gagasan dari seseorang kepada orang lain. Laporan ini dapat berbentuk lisan dan dapat berbentuk tulisan. Laporan yang disampaikan secara tertulis merupakan suatu karangan. Jika laporan ini berisi serangkaian hasil pemikiran yang diperoleh dari hasil penelitian, pengamatan ataupun peninjauan, maka laporan ini termasuk jenis karangan ilmiah. Dengan kata lain, laporan ilmiah ialah sejenis karangan ilmiah yang mengupas masalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang sengaja disusun untuk disampaikan kepada orang-orang tertentu dan dalam kesempatan tertentu.
Laporan Ilmiah adalah laporan yang disusun melalui tahapan berdasarkan teori tertentu dan menggunakan metode ilmiah yang sudah disepakati oleh para ilmuwan (E.Zaenal Arifin,1993).
Dan menurut Nafron Hasjim & Amran Tasai (1992) Karangan ilmiah adalah tulisan yang mengandung kebenaran secara obyektif karena didukung oleh data yang benar dan disajikan dengan penalaran serta analisis yang berdasarkan metode ilmiah.
Laporan ilmiah adalah bentuk tulisan ilmiah yang disusun berdasarkan data setelah penulis melakukan percobaan, peninjauan, pengamatan, atau membaca artikel ilmiah.

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan tentang laporan ilmiah.
1. Kegiatan menulis laporan ilmiah merupakan kegiatan utama terakhir dari suatu
kegiatan ilmiah.
2. Laporan ilmiah mengemukakan permasalahan yang ditulis secara benar, jelas, terperinci, dan ringkas.
3. Laporan ilmiah merupakan media yang baik untuk berkomunikasi di lingkungan akademisi atau sesama ilmuwan.
4. Laporan ilmiah merupakan suatu dokumen tentang kegiatan ilmiah dalam memecahkan masalah secara jujur, jelas, dan tepat tentang prosedur, alat, hasil temuan, serta implikasinya.
5. Laporan ilmiah dapat digunakan sebagai acuan bagi ilmuwan lain sehingga syarat-syarat tulisan ilmiah berlaku juga untuk laporan.
6. Laporan ilmiah, umumnya, mempunyai garis besar isi (outline) yang berbeda-beda, bergantung dari bidang yang dikaji dan pembaca laporan tersebut. Namun, umumnya, isi laporan terdiri atas tiga bagian, yaitu pendahuluan, isi, dan penutup.

Suatu karya dapat dikatakan ilmiah jika memenuhi syarat sebagai berikut :
1. Penulisannya berdasarkan hasil penelitian, disertai pemecahannya
2. Pembahasan masalah yang dikemukakan harus obyektif sesuai realita/ fakta
3. Tulisan harus lengkap dan jelas sesuai dengan kaidah bahasa, Pedoman Umum
4. Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD), serta Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI)
5. Tulisan disusun dengan metode tertentu
6. Tulisan disusun menurut sistem tertentu
7. Bahasanya harus lengkap, terperinci, teratur, ringkas, tepat, dan cermat sehingga tidak terbuka kemungkinan adanya ambiguitas, ketaksaan, maupun kerancuan.

Jenis Laporan Ilmiah
a. Laporan Lengkap (Monograf).
1) Menjelaskan proses penelitian secara menyeluruh.
2) Teknik penyajian sesuai dengan aturan (kesepakatan) golongan profesi dalam bidang ilmu yang bersangkutan.
3) Menjelaskan hal-hal yang sebenarnya yang terjadi pada setiap tingkat analisis.
4) Menjelaskan (juga) kegagalan yang dialami,di samping keberhasilan yang dicapai.
5) Organisasi laporan harus disusun secara sistamatis (misalnya :judul bab,subbab dan seterusnya,haruslah padat dan jelas).

b. Artikel Ilmiah
1) Artikel ilmiah biasanya merupakan perasan dari laporan lengkap.
2) Isi artikel ilmiah harus difokuskan kepada masalah penelitian tunggal yang obyektif.
3) Artikel ilmiah merupakan pemantapan informasi tentang materi-materi yang terdapat dalam laporan lengkap.

c. Laporan Ringkas
Laporan ringkas adalah penulisan kembali isi laporan atau artikel dalam bentuk yang lebih mudah dimengerti dengan bahasa yang tidak terlalu teknis (untuk konsumsi masyarakat umum).

B. Sistematika Laporan
Ilmiah Laporan ilmiah dapat berbentuk naskah atau buku karena berisi hal-hal yang terperinci berkaitan dengan data-data yang akurat dan lengkap. Secara umum, sistematika suatu laporan yang lengkap terdiri dari 3 bagian pokok, yaitu bagian pembuka, bagian isi, dan bagian penutup.

1. Bagian Pembuka
Bagian pembuka umumnya digunakan apabila laporan merupakan tulisan yang berdiri sendiri secara utuh. Untuk laporan penelitian dalam jurnal atau bagian dari sebuah buku, tidak seluruh unsur dalam bagian pembuka tersebut digunakan. Bagian pembuka ini terdiri atas :
a. Halaman judul: judul, maksud, tujuan penulisan, identitas penulis, instansi asal, kota penyusunan, dan tahun
b. Halaman pengesahan (jika perlu)
c. Halaman motto/semboyan (jika perlu)
d. Halaman persembahan (jika perlu)
e. Prakata;
f. Daftar isi;
g. Daftar tabel (jika ada)
h. Daftar grafik (jika ada)
i. Daftar gambar (jika ada)
j. Abstak : uraian singkat tentang isi laporan

2. Bagian Isi
Bagian isi merupakan menyajikan atau mengomunikasikan informasi ilmiah yang ingin disampaikan. Pada bagian isi inilah seluruh komponen pendahuluan, kajian pustaka dan kerangka teori, metodologi penelitian, hasil dan pembahasan, serta simpulan dan saran disajikan secara lengkap. Bagian isi terdiri dari :

a. Bab I Pendahuluan
Pendahuluan merupakan tulisan yang disusun untuk memberikan orientasi kepada pembaca mengenai isi laporan penelitian yang akan dipaparkan, sekaligus perspektif yang diperlukan oleh pembaca untuk dapat memahami informasi yang akan disampaikan Pendahuluan terdiri atas :
(1) Latar belakang
(2) Identitas masalah
(3) Pembatasan masalah
(4) Rumusan masalah
(5) Tujuan dan manfaat

b. Bab II :
Kajian Pustaka
Kajian pustaka mengungkapkan teori-teori serta hasil-hasil penelitian terdahulu yang pernah dilakukan pada topik yang sama atau serupa. Berdasarkan analisis terhadap pustaka tersebut, peneliti dapat membatasi masalah dan ruang lingkup penelitian, serta menemukan variabel penelitian yang penting dan hubungan antarvariabel tersebut.

c. Bab III :
Metode
Pada bagian ini biasanya dijelaskan secara rinci mengenai desain penelitian, populasi dan sampel penelitian, metode pengumpulan dan analisis data, serta kelemahan penelitian.

d. Bab IV :
Pembahasan
Pembahasan pada dasarnya merupakan inti dari sebuah tulisan ilmiah. Pada bagian ini penulis menyajikan secara cermat hasil analisis data serta pembahasannya berdasarkan kajian pustaka dan kerangka teori yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya.

e. Bab V :
Penutup
Penutup berisi tentang kesimpulan dan saran dari laporan ilmiah tersebut. Kesimpulan adalah gambaran umum seluruh analisis dan relevansinya dengan hipotesis dari penelitian yang dilakukan. Kesimpulan diperoleh dari uraian analisis, interpretasi dan deskripsi yang telah dituliskan pada bagian analisis dan pembahasan. Untuk menulis simpulan, penulis perlu mengajukan pertanyaan pada diri sendiri tentang hasil apa yang paling penting dari penelitian yang dilakukan. Jawaban dari pertanyaan tersebutlah yang dituliskan pada bagian simpulan. Pada bagian akhir, biasanya simpulan disertai dengan saran mengenai penelitian lanjut yang dapat dilakukan

3. Bagian Penutup
a. Daftar Pustaka
b. Daftar Lampiran
c. Indeks daftar istilah

C. Langkah-Langkah Membuat Laporan
Agar dapat menyusun laporan yang baik dan efektif, perlu dipersiapkan dengan matang. Hal-hal yang perlu dilakukan adalah seperti berikut.
1. Menetapkan tujuan laporan Pembuat laporan harus tahu, untuk apa laporan dibuat dan siapa yang akan membaca laporan tersebut.

2. Menentukan Bahan Laporan Bahan-bahan laporan yang dapat digunakan adalah:
(1) surat-surat keputusan
(2) notulen hasil rapat
(3) buku-buku pedoman
(4) hasil kegiatan
(5) hasil penelitian
(6) hasil diskusi

3. Menentukan cara penngumpulan data Cara pengumpulan data yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.
(1) Membuat petunjuk pelaksanaan bagi peneliti yang menjelaskan sasaran dan penyesuaian kegiatan
(2) Melakukan wawancara
(3) Mengumpulkan dokumen pelaksanaan kegiatan
(4) Penyusunan daftar pengecekkan untuk melihat data yang ada dan yang tidak ada

4. Mengevaluasi Data Data yang telah dikumpulkan dievaluasi untuk dibuat suatu simpulan.

5. Membuat Kerangka Laporan Kerangka laporan dibuat sesuai dengan sistematika laporan.

D. Teknik Penulisan Daftar Pustaka
Daftar pustaka atau bibliografi yang berisi buku, makalah, artikel, atau bahan lainnya mempunyai pertalian dengan sebuah tulisan atau sebagian dari tulisan yang sedang dibuat. Melalui daftar pustaka, pembaca dapat mengetahui keseluruhan sumber yang digunakan dalam tulisan yang dibacanya sehingga dapat merujuk pada sumber asli Unsur-unsur yang ditulis dalam daftar pustaka secara berturut-turut meliputi: nama penulis, tahun penerbitan, judul tulisan, kota tempat penerbitan, dan nama penerbit.
Penulisan daftar pustaka, secara umum adalah sebagai berikut.
1. Daftar Pustaka disusun secara alfabet (A,B,C,.....) berturut-turut dari atas ke bawah tanpa menggunakan angka arab, tanda hubung, dan semacamnya.

2. Cara penulisan sebuah sumber pustaka berturut-turut adalah sebagai berikut.
a. Penulisan nama pengarang Nama pengarang bagian belakang (nama akhir atau nama keluarga) ditulis lebih dahulu, diikuti tanda koma baru nama bagian depan kemudian diikuti titik. Jika buku disusun oleh sebuah komisi atau lembaga, dipakai menggantikan nama pengarang. Jika tidak ada nama pengarang, urutannya harus dimulai dengan judul buku.
b. Menuliskan tahun terbit buku, diikuti tanda titik
c. Menuliskan judul buku, diberi garis bawah atau ditulis dengan huruf miring, diikuti tanda titik
d. Menuliskan tempat atau kota penerbitan, diikuti tanda titik dua.
e. Menuliskan nama penerbit dan diikuti tanda titik

3. Apabila digunakan dua sumber pustaka atau lebih yang sama penulisnya, sumber ditulis dari buku yang lebih dulu terbit diikuti buku yang terbit kemudian.

4. Bila tidak ada nama penulis, judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutan alfabet.

5. Jarak antara baris dan baris untuk satu referensi adalah satu spasi tetapi jarak antara pokok dengan pokok adalah dua spasi.

6. Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus dimasukkan ke dalam sebanyak empat ketukan mesin tik.

7. Apabila sebuah referensi ditulis oleh lebih dari dua orang penulis, hanya satu nama yang dicantumkan dalam daftar pustaka dengan susunan nama terbalik. Untuk nama penulis lainnya disingkat dkk atau dll.

E. Format Penulisan Laporan
Ukuran dan Jenis Kertas Format penulisan sesuai dengan sistematika laporan formal di atas. Format penulisannya tergambarkan dalam daftar isi dengan pengetikan atau penulisan yang teratur, terperinci, dan jelas bagian-bagiannya. Adapun teknik penulisan meliputi hal-hal sebagai berikut
1. Margin Ukuran margin terdiri atas batas kiri dan batas atas 4 cm. Serta batas kanan dan batas bawah 3 cm dari pinggir kertas. Semua tulisan termasuk tabel dan gambar berada dalam margin. Subjudul bagian bawah halaman harus diikuti dengan dua baris penuh di bawahnya, bila tidak memungkinkan subjudul ditulis pada halaman berikutnya. Begitupun kata terakhir pada suatu halaman tidak boleh dipisahkan ke halaman berikutnya tetapi seluruh kata ditulis pada halaman berikutnya.

2. Spasi Secara umum keseluruhan tulisan menggunakan spasi ganda. Kecuali untuk tabel, daftar pustaka, dan kutipan mempergunakan pula spasi tunggal (sesuai dengan aturan penulisan kutipan dan daftar pustaka). Alinea baru dapat dimulai dengan perbedaan spasi.

3. Penomoran Penomoran meliputi penomoran halaman, bab, subbab, dan rincian uraian.
a. Penomoran Halaman Halaman-halaman pendahuluan diberi nomor dengan menggunakan angka romawi kecil. Halaman-halaman isi dan penunjang menggunakan angka arab. Letak penomoran halaman ditempatkan di tengah dan dua spasi di atas margin bawah (bottom, center, headfooter 2,2 cm)
b. Penomoran Bab dan Subbab Penomoran mempergunakan penanda urutan sebagai berikut.
(1) Tingkat pertama dengan tanda: I, II, III, IV, V, dan seterusnya.
(2) Tingkat kedua dengan tanda: 1.1, 1.2, 1.3, 1.4, 1.5, dan seterusnya.
(3) Tingkatan ketiga dengan tanda: 1.1.1, 1.1.2, 1.1.3, 1.1.3, 1.1.4, 1.1.5, dan seterusnya.
(4) Tingkatan keempat dengan tanda: 1.1.1.1, 1.1.1.2, 1.1.1.3, 1.1.1.4, dan seterusnya.
(5) Tingkatan kelima dengan tanda: 1.1.1.1.1, 1.1.1.1.2, 1.1.1.1.3, 1.1.1.1.4, dan seterusnya.

4. Tabel atau Gambar
a. Tabel Sebuah tabel terdiri atas nomor dan judul tabel, stub, box head, dan body. Nomor tabel ditulis dengan angka arab. Penomoran tabel menurut bab, misalnya nomor tabel 2.1, artinya tabel tersebut tabel pertama yang ada pada bab kedua. Judul harus padat dan dapat memberikan keterangan tentang data yang tercantum dalam tabel. Judul ditulis dengan huruf kapital setiap unsur katanya kecuali kata hubung. Apabila tabel bersumber pada tulisan atau referensi lain, tuliskan sumber referensinya pada bawah tabel.
b. Gambar Istilah gambar mencakup di dalamnya diagram bundar, batang, garis, histogram, dan sebagainya. Gambar harus diberi nomor dan judul. Pemberian nomor dan judul tidak berbeda dengan pemberian nomor dan judul pada tabel. Perbedaannya terletak pada penempatan. Nomor dan judul gambar diletakkan di bawah gambar.

5. Bahasa Bahasa yang dipergunakan dalam laporan ilmiah harus mengandung kejelasan dan reproduktif. Untuk ejaan dan peristilahan berpedoman pada EYD dan Pedoman Pembentukan Istilah.

6. Jenis Kertas Jenis kertas yang dipakai adalah jenis HVS, ukuran folio, atau kuarto bergantung pada aturan yang telah ditetapkan.

Rabu, 07 April 2010

Softskill Riset Akuntansi 4

Tugas Riset Akuntansi 4
Judul Penulisan : ANALISIS PENGGUNAAN METODE BUNGA ANGSURAN PADA PT. SUMMIT OTO FINANCE.
Nama Penulis : Mohamad Reza Pahlevi
Referensi : Penulisan Ilmiah, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi,
Universitas Gunadarma, 2008

ABSTRAK

Penjualan angsuran adalah penjualan yang dilakukan, dimana pihak penjual menerima uang muka (DP) dan sisanya dibayarkan dalam bentuk pembayaran cicilan selama waktu yang telah disepakati.
Dalam penjualan angsuran terdapat 4 metode yang dapat digunakan perusahaan untuk perhitungan bunga penjualan angsuran, yaitu Metode Sisa Harga Kontrak, Metode Long End Interest, Metode Short End Interest, Metode Anuitas.
Metode yang digunakan perusahaan adalah Metode Sisa Harga Kontrak. Metode ini lebih menguntungkan perusahaan karena pendapatan bunga yang dihasilkan lebih besar daripada menggunakan metode yang lainnya. Hal tersebut disebabkan karena pada metode ini bunga yang dibebankan dihitung dari saldo awal pokok pinjaman setelah dikurangi uang muka,sehingga pembayaran untuk setiap periode akan menghasilkan jumlah yang sama besar.
Metode yang lebih menguntungkan bagi pihak konsumen yaitu Metode Long End Interest karena bunga yang dibayar oleh konsumen dari periode satu ke periode berikutnya semakin kecil sesuai dengan makin kecilnya saldo pinjaman penjualan angsuran tersebut atau Metode Short End Interest yang bunganya dihitung atas dasar akumulasi pembayaran angsuran pokok dari satu periode ke periode lainnya.

Resume (Ringkasan) dari Penulisan Ilmiah tersebut adalah :

Dari beberapa pengertian di atas maka penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa penjualan angsuran adalah penjualan yang dilakukan dengan perjanjian dimana pembayarannya dilakukan secara bertahap yaitu pada saat barang diserahkan kepada pembeli maka penjual menerima pembayaran pertama (down payment) sebagai pembayaran awal dan sisanya akan dibayar dalam beberapa kali angsuran selama jangka waktu tertentu.
Berdasarkan perhitungan pada tabel pembahasan maka penulis dapat menyimpulkan:
Perhitungan bunga yang digunakan oleh perusahaan (Metode Sisa Harga Kontrak) akan menghasilkan perhitungan pendapatan bunga yang lebih besar dibandingkan dengan metode long end interest, short end interest ataupun anuitas. Hal ini disebabkan oleh:
1. metode long end interest menghitung bunga berdasarkan saldo pokok piutang pada setiap awal periode angsuran yang bersangkutan.
2. metode short end interest bunga dihitung berdasarkan akumulasi pembayaran angsuran yang telah jatuh tempo (tidak termasuk uang muka) yang dihitung sejak pembayaran angsuran pertama sampai dengan pembayaran angsuran terakhir.
3. metode anuitas bunga dihitung berdasarkan saldo pokok piutang pada setiap awal periode angsuran yang bersangkutan tetapi jumlah pembayarannya setiap bulan tetap atau sama besarnya.
Sedangkan pada metode sisa harga kontrak bunga selama masa pembayaran angsuran dihitung dari harga kontrak awal setelah diperhitungkan dengan uang muka, sehingga bunga yang dibebankan untuk setiap periode sama besarnya.

Softskill Riset Akuntansi 3

Tugas Riset Akuntansi 3

Judul Penulisan : SISTEM AKUNTANSI PENERIMAAN KAS PADA KLINIK MUNJUL Ys. DHARMA BHAKTI

Nama Penulis : Leo SukmaWijaya

Referensi : Penulisan Ilmiah, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi,

Universitas Gunadarma, 2009

ABSTRAK

Penggunaan sistem akuntansi dalam perusahaan sangat mempengaruhi keputusan yang akan di ambil oleh pimpinan. Oleh sebab itu, sistem akuntansi yang di buat oleh penulis dapat berguna bagi perusahaan yang terkait. Untuk mengetahui sistem akuntansi penerimaan kas pada lembaga pelayanan kesehatan masyarakat sesuai dengan standar sistem akuntansi yang telah ditetapkan maka penulis mengimplementasikan tata cara penerimaan kas ke dalam sistem akuntansi penerimaan kas pada Klinik Munjul Ys. Dharma Bhakti dan menggambarkan sistem akuntansi tersebut dengan menggunakan bagan alir dokumen (flowchart). Dari hasil yang didapat diketahui bahwa sistem akuntansi penerimaan kas terdiri dari 5 prosedur, yaitu prosedur bagian pendaftaran, prosedur bagian dokter, prosedur bagian pembayaran dan pengambilan obat, prosedur bagian keuangan dan prosedur bagian akuntansi. Akan tetapi sistem tersebut kurang sesuai dengan standar sistem akuntansi yang telah ditetapkan karena memiliki kelemahan dalam prosedur penerimaan kas.


Resume (Ringkasan) dari Penulisan Ilmiah tersebut adalah :

1. Sistem Akuntansi Penerimaan Kas Pada Klinik Munjul Ys. Dharma Bhakti

Dari hasil sistem akuntansi pada Klinik Munjul Ys. Dharma Bhakti terdapat kelemahan pada prosedur pelayanan yang sedang berjalan yaitu kurangnya karyawan yang digunakan pada setiap bagian dipenggang oleh satu orang karyawan yang sama sehingga dapat menimbulkan manipulasi data dalam penerimaan kas, sistem pengarsipannya masih manual, dan kurangnya pengawasan dari pimpinan sehingga bagian akuntansi hanya menerima laporan penerimaan kas dari bagian yang terkait.

2. Sistem Akuntansi Penerimaan Kas Pada Klinik Munjul Ys. Dharma Bhakti Sudah Efektif

Pada prosedur yang diusulkan untuk sistem akuntansi penerimaan kas pada Klinik Munjul Ys. Dharma Bhakti mempunyai kelebihan dibandingkan dengan sistem yang lama, yaitu pada bagian prosedur tertentu sudah dipegang oleh 1 orang yang berbeda untuk mencegah terjadinya manipulasi data yang dilakukan oleh karyawan yang didukung oleh Sistem pencatatan dan pengarsipan sudah terkomputerisasi sehingga pimpinan lebih mudah untuk mengawasi setiap prosedur yang sedang berjalan maupun dalam pengarsipan.

Softskill Riset Akuntansi 2

Judul Penulisan : PERENCANAAN PAJAK UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PEMBAYARAN PAJAK PADA PT. ARTA DESIGN
Nama Penulis : Suryanti
Referensi : Penulisan Ilmiah, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi,
Universitas Gunadarma, 2009


ABSTRAK

Pajak merupakan sesuatu yang tidak disukai oleh banyak orang sehingga tak dapat dipungkiri banyak orang menghindari pajak, karena dengan membayar pajak berarti kehilangan “uang” keuntungannya yang didapat dari usaha. Oleh karena itu, baik wajib pajak orang pribadi maupun wajib pajak badan melakukan usaha-usaha untuk mengatur jumlah pajak yang harus dibayar secara efisien. Hal ini mendorong mereka untuk menyusun suatu manajemen perpajakan yaitu perencanaan pajak (Tax Planning). Tujuan Tax Planning adalah meminimalkan pajak terutang untuk mencapai laba sebelum pajak yang optimal. Walau bagaimanapun, pajak tetaplah menjadi kewajiban sebagai warga Negara untuk berperan serta dalam pembangunan bangsa melalui pembayaran pajak.
Tax Planning tidak berarti sebagai upaya menghindari pajak. Pada dasarnya, tax planning tidak bertentangan dengan Undang-undang. Strategi yang dilakukan dalam tax planning ini lebih pada memanfaatkan celah-celah (loopholes) yang terdapat dalam undang-undang perpajakan.
Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian dengan cara menerapkan tax planning terhadap laporan keuangan perusahaan. Penulis melakukan penelitian dengan data primer PT. Arta Design yang berlokasi Jl. H.R. Rasuna Said, Jakarta dan melakukan wawancara langsung dengan staf accounting department.
Setelah melakukan penelitian, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa setelah menerapkan perencanaan pajak, pembayaran pajak PT. Arta Design dapat ditingkatkan efisiensinya. Sejumlah dana dari Tax Saving dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk kegiatan yang bermanfaat secara langsung bagi perusahaan.

Softskill Riset Akuntansi 1

Tugas Riset Akuntansi

  1. Penulisan Jurnal Akuntansi dan Keuangan

Judul : PENGARUH PENGUMUMAN DEVIDEN TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM (RETURN) SEBELUM DAN SESUDAH EX-DIVIDEND DATE DI BURSA EFEK JAKARTA (BEJ)

Penulis : R. Andi Sularso

Waktu Penerbitan : Mei 2003

Alamat Website : http://puslit.petra.ac.id/journals/accounting/

Lembaga Penerbit : Fakultas Ekonomi – Universitas Kristen Petra

Volume & Nomor : Jurnal Akuntansi & Keuangan

Vol.5, No.1, Mei 2003: 1-17

  1. Komponen-komponen (urutan) dalam jurnal ini :
    1. Pendahuluan

1.1 Perumusan Masalah

1.2 Tujuan Penelitian

1.3 Kajian Teoritis

1.4 Penelitian Terdahulu

1.5 Hipotesis

2. Metode Penelitian

2.1 Metode dan Sampel Penelitian

2.2 Beberapa Pengertian dan Pengukurannya

2.3 Metode Analisis data

3. Hasil Penelitian dan Pembahasan

3.1 Analisis Data

3.2 Pembahasan

4. Kesimpulan dan Saran

4.1 Kesimpulan

4.2 Saran

3. Jurnal ini merupakan Basic Research atau Riset Metode Ilmiah/ Saintifik

PENGARUH PENGUMUMAN DIVIDEN TERHADAP

PERUBAHAN HARGA SAHAM (RETURN) SEBELUM

DAN SESUDAH EX –DIVIDEND DATE DI

BURSA EFEK JAKARTA (BEJ)

Oleh : R. Andi Sularso

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengumuman ex-dividend date di Bursa Efek Jakarta, dengan mengambil sampel 14 saham. Sampel dibagi menjadi dua, yaitu dividen naik dan dividen turun. Periode penelitian selama 120 hari yang dibagi menjadi dua periode yaitu periode estimasi selama 90 hari dan periode peristiwa selama 30 hari termasuk 15 hari sebelum dan sesudah event.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah event study yang akan mengamati pergerakan harga saham di pasar modal. Untuk menguji adanya reaksi harga dilakukan tes abnormal return selama periode peristiwa dengan analisis perhitungan berdasarkan konsep model-model keseimbangan yaitu Capital Asset Pricing Model (CAPM) dan dengan melakukan pengujian abnormal return terhadap dividen naik dan dividen turun pada saat ex-dividend date.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat signifikansi 10% ada 2 hari kerja yang masih menghasilkan abnormal return yang signifikan pada dividen naik, yaitu hari ke 4 sebelum event date sebesar 0,001102 atau sekitar 0,1% dan pada hari ke 5 setelah event date sebesar 0,032184 atau sekitar 3%. Sedangkan pada dividen turun menunjukkan bahwa ada 3 hari bursa yang masih memberikan abnormal return yang signifikan, yaitu pada hari ke 13 dan pada hari ke 2 sebelum event date sebesar 0,028263 atau sekitar 2% dan 0,0166274 atau sekitar 1%, serta pada hari ke 5 setelah event date sebesar 0,029105 atau sekitar 3%.

Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa harga saham bereaksi negative terhadap informasi pengumuman dividen naik pada saat ex-dividen date, dan bereaksi positif terhadap informasi pengumuman dividen turun pada saat ex-dividend date.

Kata kunci: Ex-dividend date, return, CAPM.

Selasa, 16 Maret 2010

Sungai Di Bawah Laut

Pernahkan anda mendengar ada sungai di bawah laut? Kedengarannya memang aneh.

Sungai bawah laut ini terdapat di Cenote Angelita, Meksiko. Terdapat sebuah gua yang jika diselami sampai kedalaman 30 meter, airnya adalah air tawar, namun jika menyelam sampai pada kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air asin. Di dasarnya terdapat sebuah “sungai” lengkap dengan pohon dan dedaunan. Namun, tentu saja itu bukanlah sungai biasa karena sungai tersebut merupakan lapisan hidrogen sulfida sehingga nampak seperti sungai. Ternyata lokasi itu bukanlah sungai seperti yang terlihat di daratan. Tetapi, suasana itu memang mirip sungai lengkap dengan lapisan seperti air yang berwarna agak kecoklatan.

Tapi tunggu dulu, warna kecoklatan itu bukanlah berasal dari air tawar. Disebutkan, bagian kecoklatan yang mirip air sungai itu adalah lapisan bagian bawah gas hidrogen sulfida. Gas yang biasanya dihasilkandari saluran pembuangan kotoran.

Lalu bagaimana ke dua jenis air itu tidak tercampur, air tawar tidak mempengaruhi air asin, juga sebaliknya? sebuah situs yang saya temukan mungkin menjawabnya secara ilmiah, walaupun tetap tidak memberikan jawaban mengenai “terpisahnya” ke dua jenis air ini, namun memberi jawaban kenapa bisa ada air segar di atas air asin ini: Lubang besar bawah tanah umumnya di isi dengan air segar dengan kedalaman 35 kaki atau lebih. Lebih dari itu, penyelam akan mengalami keganjilan kadar garam, yakni batasan yang membedakan di mana air segar berada di atas dari air asin (atau “duduk” diatas air asin). Secara keseluruhan, tim penyelam menemukan itu adalah kondisi yang sangat mengejutkan dan menakjubkan untuk dipandang.